Sulit Mengatur Waktu

 



https://share.google/images/nTUonhSsAs9zVToE9

Mahasiswa sering mengalami masalah sulit mengatur waktu. Masalah ini terlihat dari banyaknya tugas yang dikerjakan mendekati tenggat waktu, kebiasaan begadang, sering terlambat mengumpulkan tugas, kurang fokus saat kuliah, dan merasa kewalahan karena banyak kegiatan. Walaupun terlihat sepele, masalah ini cukup serius karena bisa memengaruhi nilai, kesehatan, dan stres.


Pada awal masuk kuliah, banyak mahasiswa kaget dengan pola belajar baru. Di sekolah, jadwal sudah diatur dan aktivitas lebih teratur. Namun di perkuliahan, mahasiswa harus mandiri mengatur jadwal sendiri. Tidak ada guru yang mengingatkan setiap hari, sehingga mahasiswa harus tahu kapan harus belajar dan kapan harus istirahat. Karena belum terbiasa, sebagian mahasiswa menjadi bingung harus memulai dari mana. Dalam waktu beberapa minggu, tugas sudah menumpuk dan akhirnya dikerjakan terburu-buru.


Selain itu, mahasiswa sering menghadapi banyak distraksi. Notifikasi ponsel, media sosial, game, tontonan, hingga ajakan teman membuat fokus terganggu. Misalnya, saat niat ingin belajar selama satu jam, justru 30 menit habis untuk scroll media sosial. Pada akhirnya, waktu belajar semakin sedikit. Distraksi ini terlihat kecil, tetapi jika terjadi setiap hari, waktu produktif mahasiswa menjadi sangat berkurang.


Mahasiswa juga sering memiliki aktivitas sampingan seperti organisasi kampus, kepanitiaan acara, hobi, hingga pekerjaan paruh waktu. Semua kegiatan itu sebenarnya memberi pengalaman dan bermanfaat, tetapi jika jumlahnya terlalu banyak tanpa pengaturan yang jelas, mahasiswa menjadi lelah dan tidak memiliki waktu cukup untuk mengerjakan tugas kuliah. Ada mahasiswa yang aktif organisasi hingga lupa bahwa tugas kuliah menunggu. Ada juga yang bekerja sambil kuliah sehingga pulang sudah lelah dan tidak sempat belajar.


Kebiasaan menunda juga menjadi penyebab utama. Banyak mahasiswa merasa tugas masih lama sehingga menganggap bisa dikerjakan nanti. Namun hari demi hari dilewati tanpa kemajuan. Ketika tenggat waktu semakin dekat, barulah mahasiswa panik dan begadang untuk menyelesaikannya. Akibatnya, hasil tugas tidak maksimal, tubuh kelelahan, dan tidak jarang mahasiswa jatuh sakit karena kurang tidur. Penundaan membuat mahasiswa terjebak siklus yang sama berulang-ulang.


Manajemen waktu yang buruk berdampak besar. Tugas menumpuk membuat mahasiswa stres. Kurang tidur membuat tubuh lemah dan sulit fokus saat kuliah. Nilai turun karena tugas dikerjakan asal-asalan. Dalam jangka panjang, mahasiswa juga bisa kesulitan membagi waktu ketika masuk dunia kerja, karena pekerjaan membutuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab yang tinggi. Oleh karena itu, kemampuan mengatur waktu adalah keterampilan penting yang harus dipelajari sejak masa kuliah.


Ada 3 cara mengatasinyaa,yaitu:

1. Membuat jadwal yang jelas, bisa dicatat di hp atau kertas catatan harian dalam jadwal tersebut, mahasiswa bisa menulis kapan belajar, mengerjakan tugas, dan istirahat

2. Menentukan prioritas dan mulai mengerjakan lebih awaldengan cara mendahulukan tugas yang mendesak atau paling penting,tidak menunda tugas, mulai mengerjakan sedikit demi sedikit

3. Membuat lingkungan belajar yang nyaman.

Lingkungan belajar juga berpengaruh. Belajar di tempat yang tenang seperti perpustakaan atau ruang belajar kampus dapat membantu fokus. Meja belajar sebaiknya rapi agar tidak memecah perhatian. Dengan mengurangi gangguan, mahasiswa dapat menyelesaikan tugas lebih cepat tanpa harus begadang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banjir Peminat, Prodi S1 Keperawatan Unusa Tambah Kelas Baru

RESUME PKKMB PRODI

Hasil Resum PKKMB Hari Ke1